Artikel Sejarah Singkat Musik Folk dan Perkembangannya di Indonesia

Posted on January 26, 2017 under Other, Quotes

January 24, 2017 by Fahri Hasymi in Blog

woodySingers

Musik folk memiliki arti yang sama dengan world music atau musik etnik . Musiknya bisa dibilang terdengar sederhana dan lekat dengan keseharian. Musik folk sangat berhubungan erat dengan etnografi. Corak musik folk berbeda-beda di setiap wilayahnya. Mulai dari kota, suku, negara bahkan benua.

Musik ini  berkembang di sekitar pertengahan abad ke-19 dan 20, bahkan ada juga yang mengatakan sebelum abad 19. Thomas William yang berkebangsaan Inggris (1846) merupakan orang pertama yang menggunakan istilah folk untuk menggambarkan tradisi, adat istiadat dan cerita rakyat yang berkembang di masyarakat lokal dengan menggunakan kata-kata folk song, folk music dan folk dance dalam setiap tulisannya. Nam un istilah ini hanya dikenal beberapa kelompok orang saja.

Di tahun 1960, istilah folk mulai digunakan di Amerika hingga masuk ke industri musik Amerika. Bob Dylan juga terlibat dalam mempopulerkan nama musik folk di industri musik internasional, dengan kemenangannya di kategori Best Contemporary Folk Recording ajang penghargaan musik Grammy tahun 1987. Sejak saat itu, bisa dikatakan folk resmi menjadi salah satu genre musik.

Di Indonesia yang menjadi pionir musik folk adalah Gordon Tobing. Ia adalah musisi kelahiran Medan. Gordon Tobing dengan grup vokalnya “Impola” sangat populer ditahun 1960an. Mereka berhasil menaklukan panggung internasional seperti Jerman dan Australia. Selain Gordon Tobing , musisi folk yang populer kala itu adalah Gombloh dan Leo Kristi. Gombloh dan Leo adalah musisi kelahiran Surabaya. Mereka pernah membentuk band bernama Lemon Trees di akhir tahun 60an, dan mereka merilis album di tahun 1978. Salah satu lagu mereka yang sangat digemari pada masa itu adalah lagu yang berjudul Mawar Desa.

Di pertengahan tahun 1970-an muncul lah 2 sosok kakak beradik Franky Hubert Sahilatua dan Jane Sahilatua yang mulai dikenal publik sejak pertengahan tahun 1970-an dengan nama Franky & Jane. Franky & Jane sudah menghasilkan 15 album. Single andalan dalam album mereka adalah Perjalanan, dan Musim Bunga.

Berbicara mengenai musik folk, nama seperti Iwan Fals juga tidak bisa kita lewatkan begitu saja. Musisi kelahiran Jakarta ini telah berkiprah di dunia musik sejak tahun 80an. Ia dikenal dengan lagu-lagunya yang mengkritik para pemangku kepentingan seperti lagu berjudul Wakil Rakyat, Bento dan Tante Lisa. Karya musiknya juga banyak menyuarakan isu-isu sosial. Pada 1993 muncul penyanyi folk wanita bernama Oppie Andaresta lewat album “Albumnya Oppie “yang menghasilkan hits “Cuma Khayalan,” “Inilah Aku,” atau “Cuma Karena Aku Perempuan.”

Di era saat ini banyak sekali musisi folk yang  bermunculan seperti Tigapagi, Dialog Dinihari, Payung Teduh, Deugalih & Folks, Frau, Harlan Boer, Sir Dandy, Adhitia Sofyan, Teman Sebangku, Nada Fiksi, Banda Neira, Semakbelukar, Rusa Militan, Littlelute , Oscar Lolang dan masih banyak lagi.

Sumber rujukan :

http://www.rollingstone.co.id/article/read/2014/04/04/2546274/1294/sekelumit-sejarah-musik-folk-indonesia

https://qubicle.id/story/sejarah-perkembangan-musik-folk

http://www.djarumcoklat.com/article/sejarah-folk-dan-rasa-folk-kini

Sumber foto : www.beachcitiesfolkclub.org.jpg